• kkl2025
  • dfvg
  • kkl Ipari Kab Tabanan
  • Baliho

Berita

Pekalongan – 19 November 2025. Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan dan penyelarasan Visi dan Misi Prodi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) dan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan berbagai stakeholder eksternal maupun internal yang relevan dengan pengembangan keilmuan BPI.

Kegiatan FGD dibuka oleh Dekan FUAD, Dr. Tri Astutik Haryati, M.Ag., didampingi Wakil Dekan II, Dr. Miftahul Ula, M.Ag., dan Dr. Ani, M.Pd. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal penguatan arah kebijakan prodi melalui kolaborasi yang partisipatif.

Dari Prodi BPI turut hadir Ketua Prodi Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I dan Sekretaris Prodi Adib ‘Aunillah Fasya, M.Si., yang memfasilitasi jalannya diskusi bersama para stakeholder. FGD ini menjadi bagian penting dari proses perumusan visi-misi baru yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, dan arah pembangunan pendidikan tinggi Islam.

Sebagai stakeholder eksternal, hadir perwakilan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota dan Kabupaten Pekalongan, yaitu Mukhammad Khaidar, S.Ag. (Penyuluh KUA Pekalongan Timur), H. Zamroni, S.H.I. (Penyuluh KUA Kedungwuni), serta Indah Puji Astuti, S.Sos. (Penyuluh KUA Karanganyar). Para penyuluh agama tersebut memberikan masukan strategis mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja penyuluhan agama saat ini.

Melalui keterlibatan stakeholder, Prodi BPI melakukan pemetaan ulang terhadap relevansi visi dan misi dengan tuntutan masyarakat, dunia kerja, dan standar keilmuan bimbingan dan penyuluhan Islam. Stakeholder memberikan pandangan tentang kebutuhan kompetensi penyuluh masa depan, termasuk literasi keagamaan, pemberdayaan keluarga, komunikasi dakwah, dan kemampuan adaptasi terhadap isu sosial-keagamaan.

FGD ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap implementasi Kurikulum OBE (Outcome Based Education) agar semakin linier dengan capaian pembelajaran lulusan dan kebutuhan pengguna lulusan (user). Dengan keterlibatan berbagai unsur, penyusunan visi-misi Prodi BPI diharapkan mampu menghasilkan arah pengembangan yang lebih komprehensif, terukur, dan berdampak luas.

Melalui kegiatan ini, Prodi BPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pendidikan yang inklusif, melibatkan stakeholder, dan tetap berorientasi pada kualitas lulusan yang profesional, adaptif, dan unggul dalam bidang bimbingan dan penyuluhan Islam.

7 November 2025 – Pekalongan. Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali memperkuat jejaring kemitraan kelembagaan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pekalongan dan IPARI Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) dalam rangkaian dengan Focus Group Discussion (FGD) penyelarasan Visi dan Misi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Acara penandatanganan PKS ini turut dihadiri oleh pimpinan fakultas, yaitu Dekan FUAD Dr. Tri Astutik Haryati, M.Ag., Wakil Dekan I Dr. Ani, M.Pd, dan Wakil Dekan II Dr. Miftahul Ula, M.Ag.,. Kehadiran pimpinan FUAD menegaskan dukungan penuh fakultas terhadap penguatan jejaring kelembagaan dan penyelarasan arah pengembangan Prodi BPI.

Dari Prodi BPI hadir Ketua Prodi BPI Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I dan Sekretaris Prodi Adib ‘Aunillah Fasya, M.Si. Hadir pula perwakilan IPARI dari dua wilayah, yaitu Mukhammad Khaidar, S.Ag. (Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pekalongan Timur, IPARI Kota Pekalongan), H. Zamroni, S.H.I. (Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kedungwuni, IPARI Kabupaten Pekalongan), serta Indah Puji Astuti, S.Sos. (Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar). Ketiganya memberikan pandangan strategis terkait kebutuhan kompetensi penyuluh agama di era saat ini.

Salah satu pokok penting dalam PKS ini adalah penguatan implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada Prodi BPI. Melalui kemitraan dengan IPARI, mahasiswa BPI berpeluang lebih luas untuk mengikuti praktik pengalaman lapangan, pendampingan program penyuluhan, observasi layanan keagamaan, hingga pemetaan isu sosial-keagamaan di masyarakat. IPARI turut memberikan masukan profesional untuk memastikan capaian pembelajaran lulusan (CPL) selaras dengan standar kompetensi penyuluh agama.

FGD Visi dan Misi yang digelar selama dua hari tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkaya arah pengembangan Prodi BPI. Para penyuluh agama memberikan masukan berbasis pengalaman langsung di lapangan, yang sangat penting dalam memperkuat relevansi kurikulum dan meningkatkan kualitas lulusan.

Perwakilan IPARI menyambut positif terjalinnya kerja sama ini dan menegaskan komitmen mereka dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang penyuluhan agama, pemberdayaan keluarga, administrasi keagamaan, dan literasi sosial-keagamaan.

Melalui terjalinnya PKS dan penyelenggaraan FGD ini, Prodi BPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat memperluas ruang praktik mahasiswa, memperkuat koneksi antara akademisi dan praktisi, serta mengoptimalkan implementasi kurikulum berbasis OBE guna mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan adaptif dalam bidang bimbingan dan penyuluhan Islam.

Pekalongan – 30/9/2025 Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan terus memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai lembaga profesi.

Pada kesempatan ini, Ketua Prodi BPI, Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I, secara resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Batang, yang diwakili oleh Ketua PD. IPARI Batang yaitu Hj. Al Mukaromah, S.Ag., M.Pd

Penandatanganan PKS ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pengabdian masyarakat, serta pengembangan keilmuan dan keprofesian mahasiswa BPI, khususnya di bidang penyuluhan agama Islam.

Dalam sambutannya, Dr. Muhamad Rifa’i Subhi menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan praktis melalui program magang, praktik lapangan, maupun kegiatan kolaboratif lainnya. “Kemitraan dengan IPARI Batang akan memperkuat sinergi antara kampus dan penyuluh agama di lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung dinamika dakwah dan penyuluhan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Hj. Al Mukaromah, S.Ag., M.Pd., mewakili PD IPARI Batang, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini akan menjadi wadah bagi mahasiswa BPI untuk berkontribusi dalam kegiatan penyuluhan agama, sekaligus memperkuat peran penyuluh dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, dan berkeadaban.

Dengan terjalinnya PKS ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengimplementasikan program-program kerja nyata, baik dalam bentuk penelitian, pelatihan, maupun pemberdayaan masyarakat.

 
 
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree