Berita
Kudus, 27 Oktober 2025 — Dua dosen dari Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan kegiatan Visiting Lecture ke UIN Sunan Kudus, Senin (27/10/2025).
Surabaya, 18–20 September 2025 – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam (PABKI) sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PABKI 2025 di UIN Sunan Ampel Surabaya dan EXCOTEL Design Hotel Surabaya. Agenda strategis ini mengusung tema besar: “Transformasi Kurikulum PABKI Berbasis Outcome Based Education (OBE): Menuju Lulusan Unggul, Digital Literate, dan Berdaya Saing Global.”
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan serangkaian acara penting, mulai dari Konferensi Internasional Islamic Counseling Studies (ICONICS), diskusi panel, presentasi makalah ilmiah, hingga sidang pleno yang membahas arah kebijakan kurikulum PABKI berbasis OBE. Sejumlah pakar nasional maupun internasional turut ambil bagian, menyampaikan pemikiran mengenai ketahanan keluarga dalam era digital, etika generasi muda Muslim di dunia maya, urgensi sertifikasi konselor keluarga, hingga pendekatan psikoterapi Islami untuk membangun ketangguhan keluarga.
Dalam forum bergengsi ini, Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan turut berpartisipasi aktif. WD1 FUAD, Dr. Ani, M.Pd.I dan Kaprodi BPI FUAD, Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I turut hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran BPI FUAD UIN Gus Dur Pekalongan mencerminkan komitmen nyata dalam mendukung transformasi kurikulum pendidikan konseling Islam yang unggul, adaptif, serta sesuai dengan kebutuhan zaman dan tantangan global.
Mukernas 2025 juga menegaskan pentingnya penyusunan kurikulum yang standar, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE). Dengan pendekatan ini, lulusan BPI diharapkan tidak hanya mumpuni secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan digital, kemampuan berpikir kritis, dan daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun internasional.
Dari rangkaian sidang dan diskusi, Mukernas mencatat beberapa poin penting yang menjadi kesepakatan bersama, antara lain: Penetapan standarisasi Kurikulum PABKI 2025, Penguatan keorganisasian PABKI secara nasional, Sosialisasi visi dan misi PABKI ke seluruh anggota, Dukungan PABKI terhadap proses akreditasi program studi BPI di berbagai perguruan tinggi, Penguatan profesi Konselor Islam Indonesia sebagai bidang keahlian yang diakui, Rencana penerbitan jurnal internasional Southeast Asian Journal of Islamic Counseling, serta Rekomendasi pengembangan SDM melalui pelatihan intensif dan Training of Trainer (ToT).
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Mukernas PABKI 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi konseling Islam di Indonesia. Forum ini bukan hanya wadah evaluasi dan perumusan strategi, tetapi juga ruang untuk membangun sinergi dalam mencetak lulusan BPI yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing di era digital serta percaturan global.(admin)
Pekalongan – Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan resmi menerjunkan mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Periode II Tahun 2025, Senin (8/9/2025).
Sebanyak 66 mahasiswa diterjunkan ke sembilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di Kabupaten Pekalongan, mulai tanggal 8 September hingga 8 Oktober 2025. Adapun sebaran lokasi penerjunan yaitu:
-
KUA Kecamatan Bojong: 8 mahasiswa
-
KUA Kecamatan Kajen: 7 mahasiswa
-
KUA Kecamatan Doro: 7 mahasiswa
-
KUA Kecamatan Karanganyar: 7 mahasiswa
-
KUA Kecamatan Kedungwuni: 7 mahasiswa
-
KUA Kecamatan Karangdadap: 7 mahasiswa
-
KUA Kecamatan Buaran: 8 mahasiswa
-
KUA Kecamatan Wiradesa: 7 mahasiswa
Ketua Prodi BPI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa sekaligus sarana untuk mengasah keterampilan dakwah, bimbingan, dan penyuluhan di tengah masyarakat.
Sementara itu, pihak KUA menyambut baik program ini dan berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif serta pengalaman berharga sebelum nantinya terjun langsung sebagai penyuluh agama di masyarakat.