Berita
Pekalongan, 13 November 2024 – Workshop dan pelatihan pengelolaan sampah anorganik dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai tindak lanjut program eco-jihad bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan digelar pada Rabu, 13 November 2024, di aula Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan. Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua dari rangkaian kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) yang diketuai oleh Dr.Maskhur, M.Ag., sekaligus Kaprodi BPI UIN K.H.Abdurrahman Wahid Pekalongan, dengan anggota Nadhifatuz Zulfa, M.Pd., selaku Sekretaris Prodi BPI, dan Akmalu Millatina serta Sely Septianingsih yang keduanya merupakan mahasiswa Prodi BPI Semester 5. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah serta mengajarkan keterampilan praktis yang bermanfaat secara ekonomi.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kelurahan Jenggot, Bapak Muhammad Fathoni, S.Ak., yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam menghadapi permasalahan sampah di lingkungan sekitar.
Materi dari Para Ahli
Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari dua narasumber. Narasumber pertama, Bapak Adi Setiawan, S.E., selaku Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah anorganik menggunakan metode 3R. Beliau menyoroti isu-isu strategis terkait lingkungan, pentingnya pengelolaan sampah, dan pemanfaatan limbah anorganik melalui proses daur ulang.
Sementara itu, narasumber kedua, Ibu Nur Saimah, S.P., seorang praktisi pengolahan sampah, memberikan materi praktik pengolahan sampah anorganik menjadi kerajinan tangan. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan bagaimana limbah seperti botol plastik, kaleng bekas, dan kain perca dapat diolah menjadi produk bernilai seni dan memiliki daya jual tinggi.
Praktik Daur Ulang Bersama Peserta
Pada sesi praktik, Ibu Nur Saimah memandu peserta, yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Jenggot Kota Pekalongan, untuk mengubah sampah botol plastik dan sendok plastik menjadi hiasan pot dan bunga yang sangat cantik. Sebanyak 30 peserta yang hadir tampak antusias mempraktikkan keterampilan ini.
Harapan untuk Keberlanjutan
Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam mengelola sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi kreatif berbasis daur ulang. “Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong ibu-ibu dan masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar salah satu peserta.
Dengan adanya pelatihan ini, Kelurahan Jenggot terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan sampah. (NZ)
Pekalongan, 12 November 2024 – Tim Pemberdayaan Masyarakat Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Eco-Jihad: Memerangi Sampah Demi Lingkungan Sehat dan Bersih.” Kegiatan ini berlangsung di Aula Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat setempat.
FGD ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari Ketua RW Kelurahan Jenggot, tokoh agama, pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta pengurus Bank Sampah di Kelurahan Jenggot. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kelurahan Jenggot, Bapak Muhammad Fathoni, S.Ak., yang menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemberdayaan masyarakat berbasis penyuluhan Islam ini.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, terutama dengan mengaplikasikan konsep eco-jihad yang mengajarkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari iman,” ujar Bapak Fathoni dalam sambutannya.
Dalam sesi pertama, Dr. Maskhur, M.Ag., selaku Ketua Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Kaprodi BPI FUAD UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, memberikan pemaparan mengenai konsep eco-jihad. Menurutnya, eco-jihad adalah perjuangan yang sungguh-sungguh untuk melestarikan alam sebagai bentuk ibadah kepada Allah. “Sebagai umat Islam, kita harus meneladani Nabi Muhammad SAW., dalam menjaga, melindungi dan melestarikan lingkungan, sebagai bentuk ibadah,” tegas Dr. Maskhur.
Sesi kedua diisi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Dr. Sri Budi Santoso, M.Si., yang menyampaikan materi bertajuk “Mengelola Sampah Secara Tertib, Bertanggung Jawab, dan Ramah Lingkungan.” Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan.
Kegiatan FGD ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan gagasan yang muncul, seperti pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai pengaplikasian konsep eco-jihad.
Kelurahan Jenggot Diproyeksikan Jadi Kelurahan Percontohan
Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini merupakan langkah awal dari rangkaian program bertajuk Eco-Jihad yang akan dilanjutkan dengan pelatihan pengelolaan sampah anorganik dan peningkatan kapasitas Bank Sampah "Hijau Asri." Kelurahan Jenggot diharapkan menjadi kelurahan percontohan di Kota Pekalongan dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berbasis nilai-nilai Islam. (NZ)
Pekalongan – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menggelar Workshop Review Kurikulum KKNI pada 7-8 November 2023. Acara ini berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2 Gedung Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidangnya, yakni Prof. Dr. M. Andi Faishal Bakti, Ph.D. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr. M. Shulton, M.Ag. dari UIN Walisongo Semarang. Workshop ini juga diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra pengguna lulusan dari enam program studi di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, yaitu Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadis, Bimbingan Penyuluhan Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta Manajemen Dakwah.
Pada hari pertama, narasumber memaparkan konsep Kurikulum KKNI yang berorientasi pada Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Seluruh program studi di fakultas ini telah menerapkan kurikulum berbasis MBKM sejak Semester Ganjil 2022/2023. Penyesuaian ini merupakan respons terhadap kebijakan Kemendikbud dan perubahan status institusi dari IAIN Pekalongan menjadi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada 8 Juni 2022.
Sesi hari kedua difokuskan pada evaluasi dan review kurikulum oleh para peserta workshop, termasuk narasumber, dosen, mahasiswa, alumni, dan mitra pengguna lulusan. Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Kurikulum KKNI berbasis MBKM yang sedang berjalan di seluruh program studi.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.(NZ)