Berita
Kajen 03/03/2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat di SMP N 4 Kajen pada Kamis hingga Sabtu, 26–28 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pembentukan Karakter dan Pengendalian Diri” dan diikuti oleh siswa-siswi SMP N 4 Kajen dengan pendampingan langsung dari para pengurus HMPS BPI.
Pesantren Kilat tersebut bertujuan untuk membina karakter peserta didik agar memiliki akhlak yang baik, mampu mengendalikan diri, serta meningkatkan kesadaran dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan Ramadhan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi keilmuan Bimbingan Penyuluhan Islam di lingkungan sekolah.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang relevan dengan pembentukan karakter. Pada hari pertama, siswa-siswi menerima materi tentang “Puasa sebagai Cara Belajar Mengelola Diri dan Hati”, yang menekankan pentingnya puasa sebagai sarana melatih kesabaran, kejujuran, dan pengendalian emosi.
Hari kedua diisi dengan penyampaian materi mengenai “Etika dan Sopan Santun”, yang membahas pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Materi ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kesantunan dan tanggung jawab sosial kepada para siswa.
Memasuki hari ketiga, para peserta diminta membuat mind mapping secara individu berdasarkan materi yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman siswa serta melatih kemampuan mereka dalam merangkum dan menyampaikan kembali inti pembelajaran.
Selain penyampaian materi, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, presentasi siswa, ice breaking edukatif, serta refleksi bersama. Seluruh aktivitas dirancang agar siswa lebih aktif, memahami materi secara mendalam, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terlaksananya Pesantren Kilat ini, diharapkan para siswa-siswi SMP N 4 Kajen mampu menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari, memiliki pengendalian diri yang baik, serta menunjukkan sikap santun dan bertanggung jawab, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL) pada Kamis–Sabtu, 12–14 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan dengan mengusung tema “Bersama Dalam Kolaborasi, Bertumbuh Dalam Pola Pikir Progresif.”
LKL diikuti oleh seluruh pengurus HMPS BPI periode 2026 yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi kepengurusan. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan kader organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan, integritas, serta kapasitas manajerial para pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
Dalam rangkaian kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya HMPS-Ku, Manajemen Konflik, Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), serta Administrasi Organisasi. Materi-materi tersebut dirancang untuk membekali pengurus dengan kemampuan analitis, komunikasi yang efektif, serta pengelolaan organisasi yang profesional dan sistematis.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan resmi pengurus HMPS BPI periode 2026, dilanjutkan dengan rapat program kerja. Hasil rapat kemudian dipaparkan dalam forum pleno yang disertai diskusi umum sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyusun langkah strategis organisasi ke depan.
Sebagai penutup, kegiatan ditandai dengan perayaan Anniversary HMPS BPI ke-12 tahun, yang menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus penguatan solidaritas antar pengurus dan anggota.
Dengan terselenggaranya Latihan Kader Lanjutan ini, diharapkan para pengurus HMPS BPI 2026 mampu membangun kolaborasi yang solid, memiliki pola pikir progresif, serta siap menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.
Pekalongan – 19 November 2025. Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan dan penyelarasan Visi dan Misi Prodi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) dan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan berbagai stakeholder eksternal maupun internal yang relevan dengan pengembangan keilmuan BPI.
Kegiatan FGD dibuka oleh Dekan FUAD, Dr. Tri Astutik Haryati, M.Ag., didampingi Wakil Dekan II, Dr. Miftahul Ula, M.Ag., dan Dr. Ani, M.Pd. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal penguatan arah kebijakan prodi melalui kolaborasi yang partisipatif.
Dari Prodi BPI turut hadir Ketua Prodi Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I dan Sekretaris Prodi Adib ‘Aunillah Fasya, M.Si., yang memfasilitasi jalannya diskusi bersama para stakeholder. FGD ini menjadi bagian penting dari proses perumusan visi-misi baru yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, dan arah pembangunan pendidikan tinggi Islam.
Sebagai stakeholder eksternal, hadir perwakilan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota dan Kabupaten Pekalongan, yaitu Mukhammad Khaidar, S.Ag. (Penyuluh KUA Pekalongan Timur), H. Zamroni, S.H.I. (Penyuluh KUA Kedungwuni), serta Indah Puji Astuti, S.Sos. (Penyuluh KUA Karanganyar). Para penyuluh agama tersebut memberikan masukan strategis mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja penyuluhan agama saat ini.
Melalui keterlibatan stakeholder, Prodi BPI melakukan pemetaan ulang terhadap relevansi visi dan misi dengan tuntutan masyarakat, dunia kerja, dan standar keilmuan bimbingan dan penyuluhan Islam. Stakeholder memberikan pandangan tentang kebutuhan kompetensi penyuluh masa depan, termasuk literasi keagamaan, pemberdayaan keluarga, komunikasi dakwah, dan kemampuan adaptasi terhadap isu sosial-keagamaan.
FGD ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap implementasi Kurikulum OBE (Outcome Based Education) agar semakin linier dengan capaian pembelajaran lulusan dan kebutuhan pengguna lulusan (user). Dengan keterlibatan berbagai unsur, penyusunan visi-misi Prodi BPI diharapkan mampu menghasilkan arah pengembangan yang lebih komprehensif, terukur, dan berdampak luas.
Melalui kegiatan ini, Prodi BPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pendidikan yang inklusif, melibatkan stakeholder, dan tetap berorientasi pada kualitas lulusan yang profesional, adaptif, dan unggul dalam bidang bimbingan dan penyuluhan Islam.