Berita
Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menerima kunjungan Tim Peneliti dari UIN Raden Mas Said Surakarta dalam rangka pelaksanaan penelitian bertajuk “Strategi Penanganan Social Self-Esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Mahasiswa PTKIN di Jawa Tengah.” Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Imam Mujahid, S.Ag., M.Pd., bersama Mei Candra Mahardika, M.A.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Ketua Prodi BPI, Dr. Muhamad Rifa'i Subhi, M.Pd.I, didampingi Sekretaris Prodi serta pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) BPI. Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan penelitian, terutama karena isu FOMO dan penurunan self-esteem merupakan fenomena yang semakin terlihat di lingkungan mahasiswa perguruan tinggi.
Beliau menekankan bahwa kolaborasi penelitian lintas kampus ini menjadi langkah penting dalam memperkaya perspektif akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan bimbingan di PTKIN. Mahasiswa BPI turut dilibatkan sebagai responden dan field partner agar memperoleh pengalaman penelitian langsung serta pemahaman lebih mendalam terkait dinamika psikologis mahasiswa era digital.
Prodi BPI berharap hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan layanan konseling, peningkatan kesehatan mental, serta pengembangan program pembinaan mahasiswa di tingkat fakultas maupun universitas. Penelitian ini dijadwalkan berlangsung sepanjang November hingga Desember 2025.
Kudus, 27 Oktober 2025 — Dua dosen dari Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan kegiatan Visiting Lecture ke UIN Sunan Kudus, Senin (27/10/2025).
Surabaya, 18–20 September 2025 – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam (PABKI) sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PABKI 2025 di UIN Sunan Ampel Surabaya dan EXCOTEL Design Hotel Surabaya. Agenda strategis ini mengusung tema besar: “Transformasi Kurikulum PABKI Berbasis Outcome Based Education (OBE): Menuju Lulusan Unggul, Digital Literate, dan Berdaya Saing Global.”
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan serangkaian acara penting, mulai dari Konferensi Internasional Islamic Counseling Studies (ICONICS), diskusi panel, presentasi makalah ilmiah, hingga sidang pleno yang membahas arah kebijakan kurikulum PABKI berbasis OBE. Sejumlah pakar nasional maupun internasional turut ambil bagian, menyampaikan pemikiran mengenai ketahanan keluarga dalam era digital, etika generasi muda Muslim di dunia maya, urgensi sertifikasi konselor keluarga, hingga pendekatan psikoterapi Islami untuk membangun ketangguhan keluarga.
Dalam forum bergengsi ini, Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan turut berpartisipasi aktif. WD1 FUAD, Dr. Ani, M.Pd.I dan Kaprodi BPI FUAD, Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I turut hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran BPI FUAD UIN Gus Dur Pekalongan mencerminkan komitmen nyata dalam mendukung transformasi kurikulum pendidikan konseling Islam yang unggul, adaptif, serta sesuai dengan kebutuhan zaman dan tantangan global.
Mukernas 2025 juga menegaskan pentingnya penyusunan kurikulum yang standar, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE). Dengan pendekatan ini, lulusan BPI diharapkan tidak hanya mumpuni secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan digital, kemampuan berpikir kritis, dan daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun internasional.
Dari rangkaian sidang dan diskusi, Mukernas mencatat beberapa poin penting yang menjadi kesepakatan bersama, antara lain: Penetapan standarisasi Kurikulum PABKI 2025, Penguatan keorganisasian PABKI secara nasional, Sosialisasi visi dan misi PABKI ke seluruh anggota, Dukungan PABKI terhadap proses akreditasi program studi BPI di berbagai perguruan tinggi, Penguatan profesi Konselor Islam Indonesia sebagai bidang keahlian yang diakui, Rencana penerbitan jurnal internasional Southeast Asian Journal of Islamic Counseling, serta Rekomendasi pengembangan SDM melalui pelatihan intensif dan Training of Trainer (ToT).
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Mukernas PABKI 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi konseling Islam di Indonesia. Forum ini bukan hanya wadah evaluasi dan perumusan strategi, tetapi juga ruang untuk membangun sinergi dalam mencetak lulusan BPI yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing di era digital serta percaturan global.(admin)