Berita
Pekalongan (07/07) – Komitmen Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam mengimplementasikan kerja sama akademik terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan kolaboratif. Setelah sebelumnya dosen Prodi BPI menjadi narasumber pada Pelatihan Publikasi Artikel Ilmiah di UIN Salatiga, implementasi berikutnya diwujudkan dengan menghadirkan Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga sebagai Guest Lecturer (Dosen Tamu) pada mata kuliah Bimbingan, Konseling, dan Penyuluhan Islam dalam Perkawinan yang diselenggarakan pada Selasa, 7 Juli 2026, bertempat di Ruang Kelas 2.2 Gedung Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi nyata Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dengan Program Studi BKPI UIN Salatiga. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya kedua program studi dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui pertukaran kepakaran, penguatan jejaring akademik, serta pengembangan kompetensi mahasiswa.
Guest Lecturer kali ini menghadirkan Dr. Wahidin, S.Pd.I., M.Pd., Ketua Program Studi BKPI UIN Salatiga yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Edufitrah Salatiga. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi bertajuk "Bangunan Keluarga Maslahat", yang mengulas konsep keluarga dalam perspektif Islam sekaligus berbagai tantangan kehidupan keluarga di era kontemporer.
Pada awal pemaparannya, Dr. Wahidin menjelaskan bahwa keluarga tidak hanya dipahami sebagai ikatan yang dibangun atas dasar hubungan darah maupun perkawinan, tetapi juga sebagai sistem yang menjalankan fungsi-fungsi penting dalam membentuk karakter, memberikan perlindungan, serta menjadi ruang utama tumbuh kembang setiap anggotanya. Beliau menegaskan bahwa keluarga maslahat merupakan keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan lahir dan batin, menjalankan nilai-nilai ajaran Islam, serta menghadirkan kemaslahatan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, bahkan peradaban yang lebih luas.
Mengaitkan materi dengan realitas sosial, narasumber memaparkan data perceraian di Indonesia yang masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, tercatat 438.168 kasus perceraian, dengan mayoritas merupakan cerai gugat. Adapun faktor penyebab yang paling dominan adalah pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus, disusul persoalan ekonomi, meninggalkan salah satu pihak, kekerasan dalam rumah tangga, serta berbagai faktor lainnya. Data tersebut menjadi pengingat bahwa penguatan ketahanan keluarga memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk para calon konselor, penyuluh, dan pendamping keluarga.
Lebih lanjut, Dr. Wahidin mengajak mahasiswa memahami bahwa membangun keluarga tidak cukup hanya berbekal kesiapan administratif maupun emosional, tetapi membutuhkan visi, misi, tujuan, dan strategi yang jelas. Beliau mengibaratkan suami dan istri sebagai pakaian yang saling menutupi kekurangan, melindungi, memberikan rasa nyaman, dan memperindah satu sama lain. Melalui berbagai latihan reflektif yang diberikan selama perkuliahan, mahasiswa diajak mengenali tujuan berkeluarga, memahami dinamika komunikasi keluarga, mengenali karakter diri dan pasangan melalui pendekatan kepribadian, serta mempelajari strategi penyelesaian konflik secara konstruktif.
Suasana perkuliahan berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan konseptual mengenai bimbingan dan konseling dalam perkawinan, tetapi juga memperoleh wawasan praktis berdasarkan pengalaman narasumber sebagai akademisi sekaligus praktisi pendampingan keluarga. Diskusi yang berkembang menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam memahami berbagai problematika keluarga kontemporer serta peran strategis konselor Islam dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan maslahat.
Ketua Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. Muhamad Rifa'i Subhi, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kesediaan Dr. Wahidin berbagi pengalaman dan keilmuan kepada mahasiswa BPI.
"Guest Lecturer merupakan salah satu bentuk implementasi nyata kerja sama antarprogram studi. Kehadiran dosen tamu memberikan perspektif baru bagi mahasiswa sekaligus memperkaya pengalaman belajar melalui transfer pengetahuan dari akademisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman praktis di bidangnya. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan akademik lainnya," ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Guest Lecturer ini, Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi yang terus dibangun bersama Program Studi BKPI UIN Salatiga diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan sosial dalam bidang bimbingan, konseling, dan penyuluhan Islam.
Salatiga – Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali mengimplementasikan kerja sama akademik dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga. Implementasi tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Publikasi Artikel bagi Mahasiswa dan Dosen Program Studi BKPI UIN Salatiga yang diselenggarakan pada tanggal 2–3 Juli 2026 di Aula Hometheater Lantai 3 Gedung FTIK UIN Salatiga.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dengan Program Studi BKPI UIN Salatiga. Melalui kolaborasi ini, kedua program studi berkomitmen memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas akademik.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I., selaku Ketua Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dipercaya sebagai narasumber utama. Selama dua hari pelaksanaan, beliau memberikan berbagai materi yang berkaitan dengan publikasi ilmiah, mulai dari pengenalan Online Journal System (OJS), strategi mencari jurnal ilmiah secara daring, teknik mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah, pemahaman struktur artikel berbasis IMRAD, pemanfaatan reference manager, hingga praktik registrasi akun dan proses submit artikel ke jurnal ilmiah. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan revisi draf artikel mahasiswa serta pendampingan proses pengiriman artikel ke jurnal terakreditasi.
Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa BKPI angkatan 2023 serta dosen Program Studi BKPI UIN Salatiga. Kehadiran narasumber dari Prodi BPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam menyusun artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi akademik sekaligus mendorong tumbuhnya budaya publikasi di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam menyampaikan bahwa kolaborasi antarprogram studi merupakan langkah strategis untuk saling berbagi keahlian dan pengalaman. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kelembagaan antara kedua program studi semakin erat serta mampu melahirkan berbagai program kolaboratif lainnya, baik dalam bidang pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Partisipasi Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai narasumber pada kegiatan ini menjadi bukti komitmen program studi dalam mendukung peningkatan kualitas akademik di tingkat nasional. Implementasi kerja sama yang berkelanjutan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua institusi, tetapi juga memperluas jejaring akademik serta memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.
Balikpapan, 6 Juni 2026 – Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan semakin memperkuat jejaring akademik dan profesional di tingkat nasional melalui penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama strategis dengan Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam (PABKI) dalam rangkaian kegiatan Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) PTKIN se-Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Bumi Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 4–7 Juni 2026.
Kegiatan FORDAKOM 2026 mempertemukan para dekan, wakil dekan, ketua program studi rumpun ilmu dakwah, guru besar, serta pengurus asosiasi keilmuan dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Forum ini menjadi wadah strategis untuk membahas penguatan kelembagaan, pengembangan akademik, serta arah kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam dalam menjawab tantangan pembangunan nasional dan transformasi sosial.
Pada kegiatan tersebut, FUAD UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan diwakili oleh Dekan FUAD, Dr. Tri Astutik Haryati, M.Ag., dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Ani, M.Pd.I. Kehadiran pimpinan fakultas ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan jejaring kelembagaan yang dilakukan oleh Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam bersama mitra-mitra strategis di tingkat nasional.
Momentum FORDAKOM 2026 dimanfaatkan oleh Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam untuk memperluas kolaborasi dengan PABKI melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I. selaku Ketua Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam FUAD UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan Dr. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag. selaku Koordinator Presidium PABKI.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai program kolaboratif, antara lain penyelenggaraan seminar, workshop, pelatihan, kuliah tamu, penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Advisena: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam dengan PABKI. Kerja sama ini difokuskan pada bidang penelitian dan penjaminan mutu jurnal ilmiah guna meningkatkan kualitas publikasi akademik, memperluas jaringan reviewer dan editor, serta memperkuat posisi jurnal dalam pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam di Indonesia.
Perwakilan PABKI yang hadir pada kegiatan tersebut adalah Dr. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag. selaku Koordinator Presidium dan Dr. Agus Santoso, S.Ag., M.Pd. Kehadiran pengurus pusat PABKI memberikan makna strategis bagi penguatan hubungan kelembagaan antara asosiasi profesi dan Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik maupun profesional para dosen, mahasiswa, dan alumni.
Dekan FUAD UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. Tri Astutik Haryati, M.Ag., menyampaikan bahwa kerja sama dengan PABKI merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem akademik dan profesional Bimbingan dan Konseling Islam. Melalui kolaborasi ini, Prodi BPI memperoleh peluang yang lebih luas untuk mengembangkan program pendidikan, memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah, serta meningkatkan kontribusi keilmuan dalam menjawab berbagai persoalan sosial-keagamaan di masyarakat.
Partisipasi dalam FORDAKOM 2026 sekaligus menunjukkan komitmen Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam FUAD UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan untuk terus membangun jejaring nasional yang produktif, memperkuat sinergi dengan asosiasi profesi, serta menghadirkan inovasi dalam pengembangan ilmu Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.