Berita
Pekalongan — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL) pada Kamis–Sabtu, 12–14 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan dengan mengusung tema “Bersama Dalam Kolaborasi, Bertumbuh Dalam Pola Pikir Progresif.”
LKL diikuti oleh seluruh pengurus HMPS BPI periode 2026 yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi kepengurusan. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan kader organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan, integritas, serta kapasitas manajerial para pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
Dalam rangkaian kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya HMPS-Ku, Manajemen Konflik, Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), serta Administrasi Organisasi. Materi-materi tersebut dirancang untuk membekali pengurus dengan kemampuan analitis, komunikasi yang efektif, serta pengelolaan organisasi yang profesional dan sistematis.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan resmi pengurus HMPS BPI periode 2026, dilanjutkan dengan rapat program kerja. Hasil rapat kemudian dipaparkan dalam forum pleno yang disertai diskusi umum sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyusun langkah strategis organisasi ke depan.
Sebagai penutup, kegiatan ditandai dengan perayaan Anniversary HMPS BPI ke-12 tahun, yang menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus penguatan solidaritas antar pengurus dan anggota.
Dengan terselenggaranya Latihan Kader Lanjutan ini, diharapkan para pengurus HMPS BPI 2026 mampu membangun kolaborasi yang solid, memiliki pola pikir progresif, serta siap menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.
Pekalongan – 19 November 2025. Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan dan penyelarasan Visi dan Misi Prodi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) dan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan berbagai stakeholder eksternal maupun internal yang relevan dengan pengembangan keilmuan BPI.
Kegiatan FGD dibuka oleh Dekan FUAD, Dr. Tri Astutik Haryati, M.Ag., didampingi Wakil Dekan II, Dr. Miftahul Ula, M.Ag., dan Dr. Ani, M.Pd. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal penguatan arah kebijakan prodi melalui kolaborasi yang partisipatif.
Dari Prodi BPI turut hadir Ketua Prodi Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I dan Sekretaris Prodi Adib ‘Aunillah Fasya, M.Si., yang memfasilitasi jalannya diskusi bersama para stakeholder. FGD ini menjadi bagian penting dari proses perumusan visi-misi baru yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, dan arah pembangunan pendidikan tinggi Islam.
Sebagai stakeholder eksternal, hadir perwakilan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota dan Kabupaten Pekalongan, yaitu Mukhammad Khaidar, S.Ag. (Penyuluh KUA Pekalongan Timur), H. Zamroni, S.H.I. (Penyuluh KUA Kedungwuni), serta Indah Puji Astuti, S.Sos. (Penyuluh KUA Karanganyar). Para penyuluh agama tersebut memberikan masukan strategis mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja penyuluhan agama saat ini.
Melalui keterlibatan stakeholder, Prodi BPI melakukan pemetaan ulang terhadap relevansi visi dan misi dengan tuntutan masyarakat, dunia kerja, dan standar keilmuan bimbingan dan penyuluhan Islam. Stakeholder memberikan pandangan tentang kebutuhan kompetensi penyuluh masa depan, termasuk literasi keagamaan, pemberdayaan keluarga, komunikasi dakwah, dan kemampuan adaptasi terhadap isu sosial-keagamaan.
FGD ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap implementasi Kurikulum OBE (Outcome Based Education) agar semakin linier dengan capaian pembelajaran lulusan dan kebutuhan pengguna lulusan (user). Dengan keterlibatan berbagai unsur, penyusunan visi-misi Prodi BPI diharapkan mampu menghasilkan arah pengembangan yang lebih komprehensif, terukur, dan berdampak luas.
Melalui kegiatan ini, Prodi BPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pendidikan yang inklusif, melibatkan stakeholder, dan tetap berorientasi pada kualitas lulusan yang profesional, adaptif, dan unggul dalam bidang bimbingan dan penyuluhan Islam.
7 November 2025 – Pekalongan. Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali memperkuat jejaring kemitraan kelembagaan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pekalongan dan IPARI Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) dalam rangkaian dengan Focus Group Discussion (FGD) penyelarasan Visi dan Misi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Acara penandatanganan PKS ini turut dihadiri oleh pimpinan fakultas, yaitu Dekan FUAD Dr. Tri Astutik Haryati, M.Ag., Wakil Dekan I Dr. Ani, M.Pd, dan Wakil Dekan II Dr. Miftahul Ula, M.Ag.,. Kehadiran pimpinan FUAD menegaskan dukungan penuh fakultas terhadap penguatan jejaring kelembagaan dan penyelarasan arah pengembangan Prodi BPI.
Dari Prodi BPI hadir Ketua Prodi BPI Dr. Muhamad Rifa’i Subhi, M.Pd.I dan Sekretaris Prodi Adib ‘Aunillah Fasya, M.Si. Hadir pula perwakilan IPARI dari dua wilayah, yaitu Mukhammad Khaidar, S.Ag. (Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pekalongan Timur, IPARI Kota Pekalongan), H. Zamroni, S.H.I. (Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kedungwuni, IPARI Kabupaten Pekalongan), serta Indah Puji Astuti, S.Sos. (Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karanganyar). Ketiganya memberikan pandangan strategis terkait kebutuhan kompetensi penyuluh agama di era saat ini.
Salah satu pokok penting dalam PKS ini adalah penguatan implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada Prodi BPI. Melalui kemitraan dengan IPARI, mahasiswa BPI berpeluang lebih luas untuk mengikuti praktik pengalaman lapangan, pendampingan program penyuluhan, observasi layanan keagamaan, hingga pemetaan isu sosial-keagamaan di masyarakat. IPARI turut memberikan masukan profesional untuk memastikan capaian pembelajaran lulusan (CPL) selaras dengan standar kompetensi penyuluh agama.
FGD Visi dan Misi yang digelar selama dua hari tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkaya arah pengembangan Prodi BPI. Para penyuluh agama memberikan masukan berbasis pengalaman langsung di lapangan, yang sangat penting dalam memperkuat relevansi kurikulum dan meningkatkan kualitas lulusan.
Perwakilan IPARI menyambut positif terjalinnya kerja sama ini dan menegaskan komitmen mereka dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang penyuluhan agama, pemberdayaan keluarga, administrasi keagamaan, dan literasi sosial-keagamaan.
Melalui terjalinnya PKS dan penyelenggaraan FGD ini, Prodi BPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat memperluas ruang praktik mahasiswa, memperkuat koneksi antara akademisi dan praktisi, serta mengoptimalkan implementasi kurikulum berbasis OBE guna mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan adaptif dalam bidang bimbingan dan penyuluhan Islam.