• kkl2025
  • dfvg
  • kkl Ipari Kab Tabanan
  • Baliho

Berita

Pekalongan, 14 November 2024 – Pada hari ketiga rangkaian kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Litapdimas LP2M UIN KH.Abdurrahman Wahid di Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, digelar pelatihan bertajuk Peningkatan Kapasitas Bank Sampah "Hijau Asri". Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 15 November 2024, dengan menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya: Ibu Yuliastri, S.K.M., selaku Penyuluh Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, dan Ibu Nur Saimah, S.P., seorang praktisi pengolahan sampah. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan pengaplikasian konsep eco-jihad dalam menjaga kebersihan lingkungan, yang merupakan tajuk kegiatan pemberdayaan Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN KH.Abdurrahman Wahid Pekalongan yang diketuai oleh Dr.Maskhur, M.Ag., Kaprodi BPI, bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan.

Praktik dan Edukasi Pengolahan Sampah

Dalam paparannya, Ibu Yuliastri, S.K.M., memberikan materi mengenai pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Beliau menekankan pentingnya komitmen bersama untuk memulai pengolahan sampah organik dari rumah tangga sebagai upaya mengurangi volume sampah harian yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa sampah anorganik seperti kardus bekas, plastic bekas, botol bekas, dan sebagainya dapat dikumpulkan dan dijual ke Bank Sampah untuk dipilah dan didaur ulang, sehingga berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih dan sehat. 

Sementara itu, Ibu Nur Saimah, S.P., melanjutkan sesi dengan memberikan praktik mengolah sampah botol plastik menjadi pot bunga gantung yang cantik dan bernilai guna. Pot tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat menanam tanaman hias untuk memperindah taman rumah. 

Dukungan Fasilitas untuk Bank Sampah

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 30 peserta yang merupakan perwakilan Pengurus Bank Sampah "Hijau Asri" dan Komunitas Sedekah Sampah Kelurahan Jenggot. Para peserta juga mendapatkan bantuan berupa timbangan sampah, buku tabungan, dan tas karung sebagai sarana untuk menampung sampah anorganik yang akan dijual ke bank sampah. 

Membangun Komitmen Bersama 

Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat peran Bank Sampah "Hijau Asri" sebagai salah satu solusi dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Jenggot. “Langkah kecil yang kita mulai dari rumah tangga bisa berdampak besar bagi lingkungan. Mari kita terus tingkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam mengelola sampah,” ungkap salah satu narasumber.  

Melalui peningkatan kapasitas ini, Kelurahan Jenggot semakin mantap dalam mewujudkan lingkungan yang hijau, bersih, dan lestari, dengan Bank Sampah sebagai pilar penting dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi. (NZ)

Pekalongan, 13 November 2024 – Workshop dan pelatihan pengelolaan sampah anorganik dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai tindak lanjut program eco-jihad bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan digelar pada Rabu, 13 November 2024, di aula Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan. Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua dari rangkaian kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) yang diketuai oleh Dr.Maskhur, M.Ag., sekaligus Kaprodi BPI UIN K.H.Abdurrahman Wahid Pekalongan, dengan anggota Nadhifatuz Zulfa, M.Pd., selaku Sekretaris Prodi BPI, dan Akmalu Millatina serta Sely Septianingsih yang keduanya merupakan mahasiswa Prodi BPI Semester 5. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah serta mengajarkan keterampilan praktis yang bermanfaat secara ekonomi. 

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kelurahan Jenggot, Bapak Muhammad Fathoni, S.Ak., yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam menghadapi permasalahan sampah di lingkungan sekitar. 

Materi dari Para Ahli

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari dua narasumber. Narasumber pertama, Bapak Adi Setiawan, S.E., selaku Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah anorganik menggunakan metode 3R. Beliau menyoroti isu-isu strategis terkait lingkungan, pentingnya pengelolaan sampah, dan pemanfaatan limbah anorganik melalui proses daur ulang. 

Sementara itu, narasumber kedua, Ibu Nur Saimah, S.P., seorang praktisi pengolahan sampah, memberikan materi praktik pengolahan sampah anorganik menjadi kerajinan tangan. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan bagaimana limbah seperti botol plastik, kaleng bekas, dan kain perca dapat diolah menjadi produk bernilai seni dan memiliki daya jual tinggi. 

Praktik Daur Ulang Bersama Peserta

Pada sesi praktik, Ibu Nur Saimah memandu peserta, yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Jenggot Kota Pekalongan, untuk mengubah sampah botol plastik dan sendok plastik menjadi hiasan pot dan bunga yang sangat cantik. Sebanyak 30 peserta yang hadir tampak antusias mempraktikkan keterampilan ini. 

Harapan untuk Keberlanjutan

Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam mengelola sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi kreatif berbasis daur ulang. “Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong ibu-ibu dan masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar salah satu peserta. 

Dengan adanya pelatihan ini, Kelurahan Jenggot terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan sampah. (NZ)

Pekalongan, 12 November 2024 – Tim Pemberdayaan Masyarakat Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Eco-Jihad: Memerangi Sampah Demi Lingkungan Sehat dan Bersih.” Kegiatan ini berlangsung di Aula Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat setempat. 

FGD ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari Ketua RW Kelurahan Jenggot, tokoh agama, pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta pengurus Bank Sampah di Kelurahan Jenggot. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kelurahan Jenggot, Bapak Muhammad Fathoni, S.Ak., yang menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemberdayaan masyarakat berbasis penyuluhan Islam ini. 

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, terutama dengan mengaplikasikan konsep eco-jihad yang mengajarkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari iman,” ujar Bapak Fathoni dalam sambutannya. 

Dalam sesi pertama, Dr. Maskhur, M.Ag., selaku Ketua Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Kaprodi BPI FUAD UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, memberikan pemaparan mengenai konsep eco-jihad. Menurutnya, eco-jihad adalah perjuangan yang sungguh-sungguh untuk melestarikan alam sebagai bentuk ibadah kepada Allah. “Sebagai umat Islam, kita harus meneladani Nabi Muhammad SAW., dalam menjaga, melindungi dan melestarikan lingkungan, sebagai bentuk ibadah,” tegas Dr. Maskhur. 

Sesi kedua diisi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Dr. Sri Budi Santoso, M.Si., yang menyampaikan materi bertajuk “Mengelola Sampah Secara Tertib, Bertanggung Jawab, dan Ramah Lingkungan.” Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan.

Kegiatan FGD ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan gagasan yang muncul, seperti pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai pengaplikasian konsep eco-jihad.

Kelurahan Jenggot Diproyeksikan Jadi Kelurahan Percontohan

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini merupakan langkah awal dari rangkaian program bertajuk Eco-Jihad yang akan dilanjutkan dengan pelatihan pengelolaan sampah anorganik dan peningkatan kapasitas Bank Sampah "Hijau Asri." Kelurahan Jenggot diharapkan menjadi kelurahan percontohan di Kota Pekalongan dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berbasis nilai-nilai Islam. (NZ)

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree